By | February 12, 2020

Belakangan ini publik dihebohkan dengan pernyatan-pernyataan pejabat negara yang menimbulkan persepsi publik bertanya-tanya.
Pernyataan atau statemen para pejabat negara atau publik dapat menimbulkan kegaduhan. Jika kegaduhan kegaduhan terus muncul, maka akan menganggu stabilitas pemerintahan jokowi. Oleh karena itu presiden jokowi harus hati-hati , jeli dan teliti dalam mengangkat para menteri atau para pejabat setingkat menteri dan pejabat negara lainnya. Agar para pejabat yang dipilih tidak mudah melontarkan statement yang bisa menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat, seperti yang pernah terjadi misalnya statement menteri agama, menteri hukum dan ham, dan belakangan ini statement ketua BPIP. Sangat disayangkan, jika kinerja presiden jokowi yang sudah mati-matian alias ketja keras untuk bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dikotorin dengan pejabat pejabat yang tidak layak, akan sangat mempengaruhi persepsi publik atas kinerja presiden jokowi. Saya selaku ketua umum relawan sedulur jokowi yang turut berjuang mati-matian agar jokowi bisa menjadi presiden 2 periode, sangat tidak rela bila kinerja jokowi terganggu akibat kegaduhan yg ditimbulkan oleh para pembantunya.
Pak presiden jokowi jangan terbelenggu oleh kepentingan partai politik semata, karena presiden jokowi bisa terpilih kembali karena ikut andilnya para relawan yang gigih berjuang mati-matian dengan biaya sendiri-sendiri, bahkan tak tanggung tanggung ada relawan yang sampai mengeluarkan ratusan milyar karena saking takutnya jokowi tidak terpilih kembali.
Jadi pak jokowi harus hati-hati menempatkan para pejabat di pemerintahannya ,agar tidak menganggu kinerja pak jokowi, ungkap Prof. Paiman Raharjo selaku Ketua Umum Sedulur Jokowi.
Lebih lanjut paiman menambahkan, bahwa pada dasarnya para relawan akan ikut senang, jika para pembantu presiden dapat mendukung program-program yang dijankan pak presiden jokowi.