By | January 5, 2020

Banjir bandang yang melanda hampir di seluruh wilayah Indonesia tak terkucuali jakarta merupakan teguran dari Allah SWT. Sehingga pasca banjir merupakan waktu yang tepat untuk intropeksi diri, berpasrah dan bertawakal kepada Allah SWT. Kita semua harus sadar bahwa segalanya yang kita miliki di dunia ini akan berpulang kepada Allah SWT. Harta benda yang kita usahakan melalui kerja keras di dunia ini dalam sekejab bisa rusak,hancur, hanyut dan hilang,bahkan nyawa sekalipun bisa tercabut jika Allah menghendaki.
Saat menghadapi banjir, perasan kesal, marah dan terkadang memaki,menyalahkan dan mengumpat pemerintah tidak serius bekerja dalam menangani masalah banjir merupakan tindakan yang tidak pas, karena banjir ini merupakan langganan rutin yang bisa terjadi setiap tahun. Namun mengumpat,memaki dan menyalahkan pemerintah bukan merupakan solusi ,tapi justru memperdalam dan memperburuk suasana, serta semakin menambah kesedihan dan luka di hati. Maka solusi menghadapi banjir, kita harus tetap bersyukur,berdoa, intropeksi diri dan berupaya menyelamatkan apa apa saja yang bisa diselamatkan.
Kita semua harus percaya,bahwa ujian dan cobaan yang diberikan Allah kepada kita ada hikmahnya. Salah satunya adalah kita agar intropeksi diri. Sudahkan selama ini kita sebagai masyarakat melakukan kewajiban kita untuk tertib membuang sampah, membersihkan selokan di lingkungan rumah kita masing-masing, meninggikan posisi rumah kita dari jalan atau saluran air, dan yang utama apakah kita selama ini telah beribadah sesuai agama kita masing-masing, bertawakal, serta taqwa dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan Allah SWT. Dan untuk pemerintah sudahkan intropeksi akan janji-janji nya kepada masyarakat saat kampanye, jika belum maka segera dilaksanakan janji-janji tersebut,pemerintah harus amanah,komitmen dalam melindungi terhadap warga negaranya, jika tidak Allah akan murka dan menurunkan berbagai bencana di muka bumi ini.Apalagi pemerintah berbuat dolim, tidak adil dan membiarkan segala maksiat berkembang dan hidup di Indonesia tercinta ini, maka jelas Allah akan memberikan cobaan yg terus menerus bagi umatnya.

Banyak orang baik, ahli ibadah juga tak luput dari bencana, ini semua agar kita ingat dan intropeksi akan kelemahan kita , yang sering melupakan perintah Allah,seringkali jika Allah memanggil kita melalui suara Adzan, kita tidak segera bergegas menghadapnya bahkan seringkali menundanya, namun jika atasan kita yang memanggil kita cepat menghadapnya walaupun posisi baru makan,sedang istirahat maupun sedang melakukan hal penting selalu bergegas menjalankan perintah atasan. Tanpa kita sadari kita lebih takut kepada manusia daripada Allah, sungguh Allah dinomor duakan. Padahal Allah lah yang memberikan segalanya bagi kehidupan manusia.
Oleh karena itu, banjir yang melanda jakarta khususnya, marilah kita jadikan lahan untuk intropeksi diri. Kamipun yang tinggal di jakarta sejak tahun 1985, baru kali ini menikmati banjir dasyat hingga masuk ke rumah seringgi 60 cm yang berdampak merusak ,menghancurkan harta benda dan menghilangkan dokumen dokumen berharga dan penting., namun kami harus tetap bersyukur dan intropeksi diri.
Semoga artikel singkat ini, bisa menjadi bahan renungan untuk intropeksi diri dan tidak perlu menyalahkan berbagai pihak.
Salam tetap semangat.

Wassalam
Prof.Dr. H. Paiman Raharjo,M.Si/Rektor Universitas Moestopo/Ketum Sedulur Jokowi